Berbohong membutuhkan usaha kognitif yang lebih besar daripada berkata jujur. Seseorang harus menyusun cerita, menjaganya tetap konsisten, mengamati reaksi lawan bicara, dan sekaligus menekan kebenaran.
Beban tambahan ini sering menimbulkan efek samping seperti bicara lebih lambat, gerakan lebih sedikit, atau respons yang tertunda.
Karena itu, dalam interogasi, orang kadang diminta menceritakan kisahnya dari urutan terbalik agar bebannya makin tinggi. Meski begitu, ini tetap bukan penanda pasti bahwa seseorang sedang berbohong.
Kognitif
Beban Kognitif (Kebohongan)
Berbohong biasanya membuat otak bekerja lebih berat daripada berkata jujur